Pemijahan Ikan Banggai Cardinalfish

By | 2017-05-09

Setelah sebelumnya kami telah membahas tentang penanganan induk banggai cardinalfish (capungan banggai) maka sekarang kami akan membagikan tentang Pemijahan ikan banggai cardinalfish.

Pemijahan ikan banggai cardinalfish

Berdasarkan pengamatan, lubang genital induk ikan banggai cardinalfish betina terlihat lebih bulat dan besar. Demikian juga bagian perut terlihat lebih bulat dibandingkan dengan induk jantan yang mempunyai lubang genital yang jauh lebih kecil dan bagian perut yang lebih lancip. Perhatikan gambar berikut:

Jantan dan Betina

Membedakan ikan banggai cardinalfish jantan dan betina

Keterangan gambar:

A : ikan banggai cardinalfish betina,

B : Ikan bangai cardinalfish jantan.

Induk jantan akan menunjukkan tingkah laku yang agresif terhadap ikan lain di sekitarnya. Bagian operaculum mengembang dan warna tubuh yang lebih kontras antara warna putih dan hitam. Jika dilihat dari tingkah lakunya, maka ikan induk betina akan berdiam di dekat tempat yang terlindung sementara induk jantan berusaha untuk menarik perhatian induk betina. Berdasarkan pengamatan Hutapea, et al., (2009), ikan Banggai Cardinalfish memijah sebanyak dua atau tiga kali per musim kemudian istirahat. Adapun interval pemijahan induk yang dipelihara secara massal diperkirakan berkisar antara 15-20 hari. Berdasarkan pengamatan gonad, jumlah oosit dalam gonad dapat mencapai 100 butir, tetapi jumlah telur rata-rata yang dierami dalam mulut induk jantan hanya 50 ekor tergantung dari ukuran induk jantan tersebut, dengan jumlah benih yang dihasilkan atau yang dikeluarkan dari mulut induk jantan sebanyak 20-60 ekor.

Ikan banggai cardinalfish termasuk dalam jenis ikan mouth breeder, yaitu induk jantan mengerami telur yang telah dibuahi hingga telur menetas selama 5-6 hari (Sugama, 2008). Benih yang menetas di dalam mulut induk jantan yaitu benih masih mempunyai kunitng telur atau (yolk sac) sebagai cadangan makanan. Benih baru dikeluarkan ke perairan setelah benih menetas 5-6 hari di dalam mulut jantan. Dengan demikian induk jantan mengerami telur sampai menetas dan dikeluarkan ke perairan selama 10-12 hari, dan selama itu pula induk jantan tidak makan. Saat benih ikan dikeluarkan ke perairan, benih sudah mampu berenang bebas dan langsung memangsa makanan yang ada di perairan. Hal ini karena pada saat benih keluar dari mulut induk jantan cadangan kuning telur atau yolk sac sudah habis dan bakaan mulut sudah berkembang sempurna.

Gambar berikut menggambarkan siklus perkembangan larva dan benih ikan banggai cardinalfish di dalam mulut induk jantan:

Perkembangan larva

Siklus perkembangan larva ikan banggai cardinalfish pada mulut jantan

Keterangan gambar:

A : Telur yang dibuahi diambil lalu dierami di dalam mulut induk jantan;

B : Pembelahan sel hingga terbentuknya embrio;

C : Embrio berkembang sempurna dan telur siap menetas;

D : Larva menetas dengan membawa cadangan makanan yang banyak dan tetap berada di dalam mulut induk jantan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *