Penyakit Ikan Banggai Cardinalfish yang Sering Menyerang

By | 2017-05-09

Jenis Penyakit Ikan Banggai Cardinalfish

Pada umumnya bakteri sering ditemukan menginfeksi induk/calon induk ikan banggai cardinalfish setelah penangkapan dan masa aklimatisasi di bak pemeliharaan, tetapi sering kali juga menginfeksi benih di hatcheri.

Infeksi ini dapat menyebabkan kematian massal karena biasanya diikuti oleh infeksi sekunder yaitu dari jenis parasit. Bakteri tersebut terutama dari genus Vibrio yaitu Vibrio alginolyticus dan V. harvey. Sedangkan infeksi sekunder parasit yang umumnya ditemukan adalah scutica yaitu Uronema sp. dan Cryptocarion irritans.

Gejala Klinis

Induk atau benih ikan banggai cardinalfish yang terserang penyakit jenis vibrio menunjukkan tanda-tanda tubuh berwarna gelap, respon terhadap makan menurun, cenderung diam di dasar bak pemeliharaan dan pada akhirnya mengalami kematian. Pada saat ikan dibedah, terlihat bahwa performansi lever berwarna hitam. Pada infeksi sekunder, parasit menyerang insang dan pangkal ekor yang ditandai dengan pangkal ekor berwarna merah mengakibatkan ekor dan sirip dorsal putus seperti pada gambar berikiut:

Ikan yang Mati

Ikan yang Mati karena Terseran Parasit Uronema sp.

Parasit yang menyerang insang menyebabkan kerusakan pada insang sehingga mengakibatkan terganggunya pertukaran oksigen ke dalam insang, dan akhirnya menimbulkan kematian pada ikan.

Pencegahan Penyakit Ikan Banggai Cardinalfish

Hal-hal yang harus dilakukan untuk menghindari infeksi penyakit adalah:

  1. Pada pemeliharaan di hatchery harus menjaga kualitas air tetap baik, yaitu dengan melakukan penyiponan bak secara rutin dan mengatur sirkulasi air dengan optimal. Sedangkan untuk pemeliharaan di KJA dilakukan pergantian jaring secara teratur setiap 2 minggu sekali.
  2. Melakukan perendaman induk atau benih dengan air tawar secara berkala selama kurang lebih 30 menit.
  3. Menghindari pemeliharaan dengan kepadatan yang tinggi.

Penanggulangan Penyakit Ikan Banggai Cardinalfish

Hal-hal yang harus dilakukan untuk menangani ikan yang terserang penyakit adalah sebagai berikut:

  1. Memisahkan ikan yang terserang penyakit dengan ikan yang sehat.
  2. Melakukan perendaman dengan air tawar selama kurang lebih 30 menit selama 3 hari berturut-turut, atau dengan perendaman menggunakan formalin 100 ppm selama 30 menit selama 3 hari berturut-turut.
  3. Mencuci bak pemeliharaan ikan dengan menggunakan khlorin lalu dibilas dengan air tawar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *